Saatini Jabar Nusantara AMP
Umum

Bukan Hanya Tugas Tenaga Medis, Budi Luhur University Latih 70 Peserta Kuasai Bantuan Hidup Dasar

Budi Luhur University menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BLS) yang diikuti 70 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam situasi kegawatdaruratan. Kegiatan ini menekankan bahwa pertolongan pertama bukan hanya tugas tenaga medis, melainkan keterampilan penting yang dapat menyelamatkan nyawa sebelum penanganan profesional tiba.

Oleh Umar Erwin Editor: Gatot Wahyu
Bukan Hanya Tugas Tenaga Medis, Budi Luhur University Latih 70 Peserta Kuasai Bantuan Hidup Dasar (Foto: Riko)

JAKARTA, Jabarnusantara.saatini.com – Kemampuan memberikan pertolongan pertama dalam situasi kegawatdaruratan menjadi keterampilan penting yang seharusnya dimiliki setiap orang.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Program Studi Manajemen Bencana Budi Luhur University menggelar pelatihan Basic Life Support Training bertema “Be Ready. Act Fast. Save a Life.” untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Manajemen Bencana Budi Luhur University, Sabtu (31/10/2026).

Mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan pemateri dari RAPID Indonesia. Sebanyak 70 peserta dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam pelatihan tersebut.

Menariknya, peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa Budi Luhur University. Pelatihan juga melibatkan pelajar, mahasiswa dari perguruan tinggi lain, karyawan, tenaga keamanan (security) kampus, hingga masyarakat umum.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Manajemen Bencana Budi Luhur University untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterampilan pertolongan pertama dan bantuan hidup dasar.

Pasalnya, situasi kegawatdaruratan dapat terjadi tanpa mengenal waktu maupun tempat. Dalam kondisi tertentu, tindakan pertolongan awal yang dilakukan secara cepat dan tepat dapat menjadi faktor penting dalam membantu menyelamatkan nyawa seseorang sebelum mendapatkan penanganan medis profesional.

Selama pelatihan, pemateri dari RAPID Indonesia memberikan pembekalan mengenai prinsip-prinsip dasar Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kondisi kegawatdaruratan, penilaian awal terhadap korban, hingga teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) sesuai prosedur yang berlaku.

Tidak sekadar mendapatkan pengetahuan melalui pemaparan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk memahami dan mempraktikkan secara langsung keterampilan bantuan hidup dasar.

Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih memahami tahapan yang perlu dilakukan ketika berhadapan dengan situasi darurat. Mulai dari mengenali kondisi korban, melakukan penilaian awal, hingga mengambil tindakan pertolongan yang sesuai sebelum bantuan tenaga medis tiba.

Pelatihan ini sekaligus memberikan pemahaman bahwa kemampuan pertolongan pertama bukan semata-mata menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Masyarakat umum juga perlu memiliki pengetahuan dasar tersebut agar dapat memberikan respons awal ketika menghadapi seseorang yang membutuhkan pertolongan.

Terlebih, potensi terjadinya kondisi kegawatdaruratan tidak hanya berada di fasilitas kesehatan. Lingkungan kampus, tempat kerja, fasilitas publik, hingga kawasan permukiman juga memiliki risiko yang membutuhkan kesiapan dan respons cepat dari orang-orang di sekitarnya.

Melalui kegiatan Basic Life Support Training, Program Studi Manajemen Bencana Budi Luhur University berharap dapat mengambil peran dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap keselamatan, tanggap menghadapi keadaan darurat, serta memiliki keberanian dan kemampuan untuk memberikan pertolongan awal secara benar.

Tidak Berhenti pada Satu Pelatihan

Lebih jauh, kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai program edukasi yang hanya berlangsung satu kali. Program Studi Manajemen Bencana Budi Luhur University berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan rangkaian program peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

Ke depannya, program studi ini berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan pelatihan, sosialisasi, dan edukasi di bidang kebencanaan maupun keselamatan dengan melibatkan lebih banyak kalangan.

Sasarannya mencakup mahasiswa, pelajar, karyawan, tenaga keamanan, serta masyarakat umum. Dengan jangkauan peserta yang semakin luas, pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi kegawatdaruratan diharapkan dapat menyebar hingga ke lingkungan masyarakat yang lebih besar.

Upaya berkelanjutan tersebut juga diharapkan mampu membentuk individu yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dan keterampilan praktis ketika menghadapi keadaan darurat maupun situasi bencana.

Semangat yang terkandung dalam tema “Be Ready. Act Fast. Save a Life.” menjadi pesan utama dari kegiatan ini. Kesiapan, kecepatan mengambil tindakan, serta pengetahuan yang tepat merupakan hal penting yang dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mendapatkan pertolongan ketika berada dalam kondisi kritis.

Pada akhirnya, Basic Life Support Training bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.

Sebab, menyelamatkan nyawa bukan hanya tentang siapa yang berprofesi sebagai tenaga medis. Lebih dari itu, keselamatan juga berkaitan dengan kepedulian, kesiapan, dan keberanian setiap individu untuk mengambil tindakan ketika ada orang lain yang membutuhkan pertolongan. (*)

 

#Budi Luhur University #Basic Life Support Training #RAPID Indonesia #BLS