Jumlah investor pasar modal Indonesia telah menembus 32,7 juta SID hingga pertengahan Oktober 2026, menandakan minat investasi yang terus bertumbuh. Menanggapi hal ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama SRO dan OJK menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 di Jakarta untuk memperkuat literasi keuangan dan edukasi masyarakat. Acara ini bertujuan memastikan para investor tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga memahami instrumen, risiko, serta pentingnya konsistensi dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
BANDUNG, Jabarnusantara.saatini.com – Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi pasar modal terus menunjukkan perkembangan. Hingga pertengahan Oktober 2026, jumlah investor pasar modal tercatat telah menembus angka 32,7 juta Single Investor Identification (SID).
Di tengah pertumbuhan tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat tidak hanya menjadi investor, tetapi juga memahami cara berinvestasi secara tepat.
Salah satu langkah yang dilakukan melalui penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berlangsung pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.
Mengangkat tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat industri pasar modal, memahami berbagai pilihan instrumen investasi, serta mempersiapkan perencanaan keuangan jangka panjang.
CMSE 2026 diselenggarakan BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan, peningkatan jumlah investor perlu berjalan beriringan dengan pemahaman masyarakat mengenai instrumen investasi, tujuan keuangan, serta risiko yang melekat pada setiap produk.
Menurutnya, membangun masa depan finansial membutuhkan proses yang tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan pengetahuan, persiapan, dan konsistensi agar tujuan investasi dapat tercapai.
“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” kata Jeffrey dalam sambutannya pada Pembukaan CMSE 2026, Kamis (5/11/2026).
Jeffrey juga menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kemampuan finansial dan tujuan investasi yang berbeda. Oleh sebab itu, pemilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta profil risiko masing-masing.
Semangat tersebut sejalan dengan kampanye #AkuInvestorSaham yang diperkenalkan BEI sejak 10 Agustus 2023.
Melalui kampanye yang mengedepankan kebanggaan, inklusivitas, dan kemajuan, BEI ingin mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk lebih mengenal pasar modal dan mulai berpartisipasi sesuai kemampuan finansialnya.
CMSE 2026 Hadirkan Beragam Agenda Edukasi Investasi
Tidak hanya menghadirkan forum diskusi, CMSE 2026 juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi secara langsung dari pelaku industri pasar modal.
Pada hari pertama penyelenggaraan, Kamis (5/11), agenda diawali dengan Opening Ceremony, Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.
Selanjutnya, pada Jumat (6/11), pengunjung dapat mengikuti peluncuran Indonesia ESG Bond Index yang diselenggarakan PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI).
Berbagai materi edukasi juga disiapkan, mulai dari perencanaan keuangan, pengenalan instrumen investasi, hingga pembahasan pasar modal syariah.
Sementara itu, hari terakhir pada Sabtu (7/11) akan diisi dengan edukasi mengenai Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam sektor keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.
Rangkaian agenda tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai perkembangan industri keuangan dan peluang investasi yang tersedia.
Daya tarik lainnya, CMSE 2026 menghadirkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant booth yang berasal dari berbagai sektor industri pasar modal.
Sejumlah peserta yang terlibat di antaranya OJK, SRO beserta anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, serta Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Selain itu, turut hadir perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, dan berbagai mitra lainnya.
Melalui area pameran tersebut, pengunjung berkesempatan mengenal lebih jauh ekosistem pasar modal Indonesia, termasuk berbagai produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan investasi.
Jumlah Investor Saham Tembus 10,3 Juta SID
Berdasarkan data BEI per 15 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 32.723.392 SID. Sementara itu, jumlah investor saham tercatat sebanyak 10.301.974 SID.
Angka tersebut menjadi gambaran meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi di pasar modal.
Meski demikian, pertumbuhan jumlah investor juga menghadirkan tantangan tersendiri, khususnya dalam memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang cukup sebelum mengambil keputusan investasi.
Masyarakat perlu mengetahui karakteristik setiap instrumen, potensi keuntungan, serta risiko yang mungkin muncul. Dengan begitu, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada tren atau ajakan pihak lain, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keuangan dan tujuan masing-masing.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, BEI turut menggelar rangkaian Road to CMSE 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pasar modal.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, edukasi investasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan dan partisipasi publik terhadap pasar modal nasional.
BEI berharap CMSE 2026 dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengambil langkah awal dalam berinvestasi secara lebih terarah.
Sesuai tema yang diusung, satu langkah investasi yang dimulai dengan pengetahuan, perencanaan matang, dan konsistensi diyakini dapat membuka berbagai peluang dalam membangun masa depan finansial yang lebih baik. (*)