SBM ITB resmi melepas 248 wisudawan dalam gelaran Graduation Night 2026 sesi kedua di Aula Barat ITB, dengan rincian 49 lulusan dari Program Studi Kewirausahaan dan 199 dari Program Studi Manajemen. Acara yang berlangsung meriah ini mengusung semangat kebersamaan dan kolaborasi untuk mendorong para lulusan menjadi generasi muda yang berdampak bagi Indonesia.
BANDUNG, Jabarnusantara.saatini.com – Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) melepas 248 wisudawan dan wisudawati dalam gelaran SBM ITB Graduation Night 2026 sesi kedua yang berlangsung di Aula Barat ITB, Sabtu (31/10/2026).
Momen penuh kebahagiaan tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat.
Mengusung semangat kebersamaan dan kolaborasi, malam syukuran wisuda ini dihadiri para lulusan angkatan 2026 bersama keluarga dan orang tua yang turut mendampingi perjalanan pendidikan mereka.
Suasana perayaan semakin semarak ketika prosesi penyambutan wisudawan dimulai. Arak-arakan lulusan memasuki aula dengan iringan lagu "Terbanglah Tinggi Menuju Angkasa", disambut penampilan ondel-ondel serta Roga, maskot ITB. Para wisudawan juga didampingi masing-masing ketua program studi saat memasuki ruangan.
Rombongan dari Program Studi Kewirausahaan mendapat giliran pertama, kemudian disusul lulusan Program Studi Manajemen. Setelah seluruh peserta memasuki aula, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama di atas panggung.
Nuansa budaya turut mewarnai rangkaian acara melalui pertunjukan ondel-ondel dan tarian tradisional Betawi. Sejumlah wisudawan juga ikut memeriahkan suasana dengan penampilan menyanyi sebelum memasuki agenda utama.
Setelah penyambutan dekan, ketua program studi, tenaga kependidikan, wisudawan, dan tamu undangan, seluruh hadirin berdiri bersama untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Pada kesempatan tersebut, SBM ITB secara resmi melepas 248 lulusan, terdiri dari 49 wisudawan Program Studi Kewirausahaan dan 199 wisudawan Program Studi Manajemen.
Dari Program Studi Kewirausahaan, sebanyak 21 lulusan berhasil meraih predikat summa cum laude, 12 lulusan memperoleh magna cum laude, dan 13 lainnya meraih predikat cum laude.
Sementara itu, dari Program Studi Manajemen, terdapat 31 lulusan dengan predikat summa cum laude, 34 lulusan magna cum laude, serta 81 lulusan cum laude.
Jika digabungkan dengan pelaksanaan Syukuran Wisuda sesi pertama, total lulusan SBM ITB pada 2026 mencapai 477 orang. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi bisnis, kepemimpinan, serta kemampuan berinovasi.
Dalam sambutannya, Dekan SBM ITB, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi kepada para ketua program studi yang telah mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang berhasil menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Prof. Aurik menegaskan bahwa para lulusan memiliki potensi besar untuk menjadi generasi muda yang mampu membawa perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Saya yakin Anda semua adalah Soekarno muda. Hari ini SBM mempersembahkan 248 pemuda dan pemudi yang akan memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia, dengan menerapkan tiga jiwa yang ditanamkan SBM, yaitu kewirausahaan, leadership, dan innovation,” ujarnya.
Menurutnya, tiga nilai utama yang ditanamkan SBM ITB, yakni kewirausahaan, kepemimpinan, dan inovasi, bukan sekadar identitas atau slogan institusi. Ketiganya menjadi prinsip yang terus diterapkan dalam proses pendidikan untuk membentuk lulusan yang mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan.
Komitmen tersebut juga tercermin melalui capaian SBM ITB dalam pemeringkatan QS 2027. Pada pemeringkatan program magister bisnis, SBM ITB berhasil menempati posisi sebagai sekolah bisnis terbaik di Indonesia.
Lebih lanjut, Prof. Aurik mengingatkan bahwa keberhasilan di dunia profesional tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan yang diperoleh melalui satu bidang keilmuan. Menurutnya, penguasaan ilmu secara monodisiplin akan sulit menghasilkan dampak yang lebih besar apabila tidak disertai kemampuan bekerja sama dengan pihak lain.
Karena itu, para lulusan didorong untuk membangun jejaring dan memperkuat kolaborasi lintas institusi, termasuk menjangkau lingkungan internasional. Kemampuan bekerja bersama, saling melengkapi, serta tetap rendah hati dalam proses belajar menjadi bekal penting untuk menghadapi dinamika dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Ia juga berpesan agar para lulusan tidak melupakan almamater yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka. Kesuksesan yang diraih di masa mendatang diharapkan dapat menjadi alasan untuk kembali berkontribusi kepada SBM ITB.
“Begitu melangkah keluar dari ruangan ini, ada banyak hal yang membuat Anda bertumbuh secara cepat di luar sana. Namun, Anda harus senantiasa mengingat bahwa Anda merupakan lulusan SBM ITB. Lima, sepuluh, bahkan mungkin puluhan tahun lagi, SBM ITB akan membutuhkan kedatangan kalian, sebagai seorang lulusan yang berhasil” tutur Prof. Aurik menutup sambutannya.
Apresiasi untuk Lulusan Berprestasi
Suasana Graduation Night semakin terasa emosional ketika para wisudawan diajak menyaksikan tayangan kilas balik perjalanan akademik angkatan 2026. Video tersebut merangkum berbagai pengalaman selama menempuh pendidikan, mulai dari kegiatan perkuliahan, penyusunan tugas, presentasi pitch deck, hingga kebersamaan yang terbangun di antara mahasiswa.
Tayangan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga proses membangun karakter, persahabatan, dan pengalaman yang akan terus dikenang.
“Menonton mesin waktu, melihat langkah, cerita, dan jiwa para mahasiswa. Bukan hanya gambar, namun memori, mulai dari presentasi pitch deck, mengerjakan tugas, hingga persahabatan. Terangkum indah dari nilai yang selalu kita gaungkan di SBM ITB, for the greater good,” jelas pembawa acara.
Selain menjadi momen perayaan kelulusan, SBM ITB Graduation Night 2026 juga memberikan penghargaan kepada sejumlah lulusan yang menunjukkan pencapaian dan kontribusi istimewa selama masa studi.
Terdapat empat penghargaan yang diberikan dalam beberapa kategori. Untuk kategori Academic Excellence Award, penghargaan diraih Luthfia Nur Azizah dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.
Sementara itu, penghargaan Academic Excellence Award untuk kelas internasional diberikan kepada Tabina Amarilla Putri Arief yang berhasil mencatatkan IPK 3,86.
Penghargaan berikutnya, Young Entrepreneur Award, diberikan kepada Fidela Ivena Christiani dengan IPK 3,97. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat kewirausahaan yang ditunjukkan selama menjalani pendidikan.
Adapun kategori Sustain Impact Venture Award diberikan kepada Pande Putu Bintang Citra Rahayu dengan IPK 3,97. Penghargaan tersebut ditujukan bagi lulusan yang memiliki dedikasi terhadap pengembangan inovasi dan usaha yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial, maupun teknologi.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemanggilan wisudawan. Para lulusan Program Studi Kewirausahaan maju satu per satu untuk menerima ucapan selamat dan bersalaman dengan dekan serta ketua program studi. Prosesi serupa kemudian dilanjutkan oleh para lulusan Program Studi Manajemen.
Malam syukuran wisuda SBM ITB 2026 akhirnya ditutup dengan nyanyian bersama seluruh wisudawan. Lebih dari sekadar perayaan kelulusan, kegiatan ini menjadi momentum untuk membawa nilai kewirausahaan, kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi ke jenjang kehidupan berikutnya.
Dengan bekal ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan di SBM ITB, sebanyak 248 lulusan pada sesi kedua tersebut diharapkan mampu melangkah lebih jauh, menciptakan peluang, serta menghadirkan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan Indonesia. (*)