BANDUNG, Jabarnusantara.saatini.com – PT Len Industri (Persero) terus mendorong pengembangan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Kali ini, Len menjalin tiga kerja sama strategis yang melibatkan lima mitra dari bidang pembiayaan, industri komponen, kelistrikan, hingga energi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem motor listrik nasional yang terintegrasi, mulai dari kesiapan industri dan ketersediaan komponen hingga dukungan pembiayaan serta infrastruktur pengisian dan penukaran baterai.

Tiga nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) itu ditandatangani pada hari kedua Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Melalui kerja sama tersebut, Len menggandeng PT Mandiri Utama Finance untuk mengembangkan ekosistem pembiayaan. Sementara itu, pengembangan ekosistem komponen dilakukan bersama PT Pindad dan PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC).

Adapun pengembangan ekosistem pengisian dan penukaran baterai melibatkan PT PLN (Persero) serta PT Pertamina Patra Niaga.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara berbagai kebutuhan dalam pengembangan motor listrik nasional. Dengan demikian, pengembangan MoLiNas tidak hanya berfokus pada penyediaan produk, tetapi juga memperhatikan kesiapan ekosistem yang memungkinkan pemanfaatannya semakin luas.

Len Dorong Integrasi Industri Motor Listrik

Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT Len Industri (Persero), Amalia Maya Fitri, mengatakan pengembangan motor listrik nasional membutuhkan dukungan berbagai pelaku industri dengan kompetensi yang saling melengkapi.

Menurutnya, keberadaan produk saja belum cukup untuk mendorong pengembangan motor listrik secara berkelanjutan. Diperlukan pula dukungan pembiayaan, kesiapan industri komponen, serta infrastruktur pendukung agar seluruh unsur ekosistem dapat berjalan selaras.

“Pengembangan motor listrik nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga pada kesiapan ekosistem yang mendukungnya. Melalui kolaborasi ini, Len mendorong keterhubungan berbagai mitra agar pengembangan MoLiNas dapat berjalan secara terintegrasi dan memperkuat kapabilitas industri dalam negeri,” ujar Amalia.

Dalam pengembangan MoLiNas, Len mengambil peran dalam koordinasi pelaksanaan sekaligus integrasi ekosistem. Peran tersebut dijalankan dengan menghubungkan para mitra berdasarkan kompetensi dan kewenangan masing-masing.

Melalui pendekatan ini, kerja sama di bidang pembiayaan, pengembangan komponen, serta penyediaan infrastruktur diharapkan dapat saling mendukung.

Keterpaduan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang mampu melibatkan lebih banyak industri nasional.

Selain memperkuat hubungan antarmitra, langkah ini juga membuka peluang bagi peningkatan partisipasi industri dalam negeri di sepanjang rantai nilai kendaraan listrik.

Tiga Kerja Sama Jadi Fondasi Pengembangan MoLiNas

Penandatanganan tiga MoU tersebut menjadi landasan awal untuk membahas lebih lanjut ruang lingkup kerja sama, kebutuhan teknis, serta peluang implementasi dari setiap kemitraan yang telah disepakati.

Tahapan berikutnya akan disesuaikan dengan tingkat kesiapan dan kesepakatan masing-masing pihak. Dengan mekanisme tersebut, setiap kerja sama diharapkan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan serta kapasitas para mitra yang terlibat.

Pengembangan ekosistem pembiayaan bersama PT Mandiri Utama Finance menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas dukungan terhadap pemanfaatan motor listrik. Sementara itu, kolaborasi dengan PT Pindad dan IBC diarahkan pada pengembangan ekosistem komponen.

Di sisi lain, kerja sama dengan PLN dan Pertamina Patra Niaga mencakup pengembangan ekosistem pengisian serta penukaran baterai. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu unsur pendukung dalam pemanfaatan motor listrik, terutama untuk menunjang kebutuhan pengguna.

Ketiga bidang tersebut saling berkaitan dalam membangun ekosistem yang lebih menyeluruh. Kesiapan industri perlu diimbangi dengan dukungan pembiayaan dan infrastruktur agar pengembangan motor listrik nasional dapat berlangsung secara terintegrasi.

Buka Peluang bagi Lebih Banyak Pelaku Industri

Len juga mendorong pengembangan MoLiNas sebagai ekosistem terbuka yang memberikan kesempatan bagi lebih banyak pelaku industri untuk terlibat. Keterlibatan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengembangan teknologi, manufaktur dan pasokan komponen, distribusi, pembiayaan, penyediaan infrastruktur, hingga layanan purnajual.

Pendekatan ekosistem terbuka ini diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi sekaligus memperkuat kapabilitas industri dalam negeri. Dengan semakin banyaknya mitra yang terlibat, pengembangan motor listrik nasional berpeluang didukung oleh jaringan industri yang lebih luas.

Amalia menegaskan, kerja sama yang telah dijalin merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Len pun membuka peluang bagi pelaku industri lainnya untuk berpartisipasi dalam pengembangan MoLiNas.

“Kerja sama ini merupakan langkah awal. Kami mengundang lebih banyak mitra untuk tumbuh bersama dalam ekosistem MoLiNas, sehingga pengembangan motor listrik nasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan industri Indonesia,” tambah Amalia.

Melalui tiga kerja sama strategis tersebut, Len menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekosistem motor listrik nasional secara bertahap dan berkelanjutan.

Penguatan integrasi antarpelaku industri, peningkatan kapabilitas dalam negeri, serta pembangunan ekosistem yang saling mendukung menjadi bagian dari upaya tersebut. Ke depan, kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi industri nasional sekaligus menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. (*)