BANDUNG, JabarNusantara.SaatIni.Com - Kebutuhan laptop kini semakin beragam, mulai dari menunjang aktivitas belajar dan bekerja hingga mendukung produksi konten digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menjawab perkembangan tersebut, ASUS memperkenalkan jajaran laptop dengan peningkatan garansi, layanan purnajual, serta teknologi AI yang dirancang untuk mendukung produktivitas pengguna. Inovasi tersebut diperkenalkan dalam acara ASUS No.1 Quality & Service Media Gathering Bandung 2026 di Ballroom 1 Hilton Hotel Bandung, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan ini, ASUS tidak hanya menyoroti ketangguhan perangkat dan layanan purnajual, tetapi juga memperkenalkan ekosistem laptop yang menggabungkan performa, desain personal, dan kemampuan AI.
Sejumlah produk yang menjadi perhatian meliputi ASUS Vivobook, ASUS Zenbook, hingga laptop kreator profesional ASUS ProArt P14 dan P16 dengan NVIDIA RTX Spark™.
Acara tersebut turut menghadirkan demonstrasi pengujian ketahanan laptop berstandar militer serta penggunaan AI untuk mendukung pekerjaan kreatif. Pengunjung dapat melihat bagaimana teknologi AI lokal dimanfaatkan untuk mengolah dokumen proyek, menyusun draf tulisan, hingga membantu proses penyuntingan video.
Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan penguatan kualitas produk dan layanan purnajual menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.
“Kepercayaan konsumen Indonesia terhadap ASUS selama lebih dari satu dekade terakhir mendorong kami untuk terus memperkuat standar kualitas dan layanan purna jual. Melalui program No.1 Quality & Service, kami memastikan setiap laptop ASUS, mulai dari ASUS ProArt, ASUS Zenbook, hingga ASUS Vivobook, teruji tangguh menghadapi aktivitas harian penggunanya di Bandung dan seluruh Indonesia,” sebut Lenny Lin.
Tingkatkan Garansi, Perluas Perlindungan Pengguna
Salah satu pembaruan yang diperkenalkan ASUS dalam acara tersebut adalah peningkatan perlindungan garansi untuk sejumlah lini laptopnya.
Langkah ini menjadi perhatian bagi pengguna yang tidak hanya mempertimbangkan spesifikasi perangkat, tetapi juga keamanan investasi ketika membeli laptop untuk kebutuhan jangka panjang.
ASUS ProArt, ASUS Zenbook, ASUS Vivobook S Series, dan ASUS Vivobook Flip kini mendapatkan hingga tiga tahun Garansi Internasional serta tiga tahun ASUS VIP Perfect Warranty atau Accidental Damage Protection (ADP). Sebelumnya, perlindungan ADP pada lini terkait hanya tersedia selama satu tahun.
Adapun ASUS Vivobook Classic memperoleh peningkatan menjadi hingga dua tahun Garansi Internasional dan dua tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP).
Perlindungan tersebut melengkapi upaya ASUS dalam memastikan perangkatnya mampu menghadapi berbagai kondisi penggunaan.
Laptop ASUS telah menjalani pengujian ketahanan berdasarkan standar militer MIL-STD 810H, yang mencakup sejumlah skenario pengujian, seperti guncangan, suhu ekstrem, kelembapan, dan tekanan udara rendah.
Dalam acara di Bandung, pengunjung dapat menyaksikan demonstrasi pengujian ketahanan tersebut melalui booth khusus. Demonstrasi ini memberikan gambaran mengenai rangkaian pengujian yang dilakukan untuk menguji daya tahan perangkat.
ASUS juga memperkuat dukungan layanan melalui 141 titik servis resmi di seluruh Indonesia, disertai cakupan garansi internasional di lebih dari 90 negara.
Bagi pengguna ASUS Zenbook, ASUS ProArt, dan ROG, tersedia ASUS Premium Service yang mencakup Fastlane untuk mempercepat proses servis, Free Round-Trip Shipping berupa layanan penjemputan dan pengantaran laptop dari rumah ke pusat servis, serta Laptop Spa untuk perawatan berkala.
Layanan Laptop Spa mencakup pembersihan debu dan kotoran hingga penggantian pasta termal apabila diperlukan. Dengan dukungan tersebut, pengguna memiliki pilihan perawatan untuk menjaga kondisi perangkat selama digunakan.
Sementara itu, ASUS juga menawarkan garansi penggantian yang ditanggung 100 persen selama satu tahun untuk kendala fungsional pada ekosistem aksesori, dengan pengecualian untuk lini backpack.
Pada lini laptop premium, ASUS Zenbook mengandalkan material Ceraluminum™ yang mendukung desain tipis dan ringan. Material tersebut menjadi salah satu pendekatan ASUS dalam menghadirkan perangkat yang mendukung mobilitas tanpa mengesampingkan aspek desain.
ASUS Vivobook Tawarkan Warna yang Lebih Beragam
Selain ketahanan dan garansi, ASUS turut menyoroti aspek personalisasi melalui konsep Pick Your Vibe.
Pendekatan ini memberikan pilihan bagi pengguna yang ingin menyesuaikan tampilan laptop dengan karakter serta gaya masing-masing.
ASUS Vivobook 14 dan ASUS Vivobook Go 14, misalnya, hadir dengan tiga pilihan warna. Ragam warna tersebut memberikan alternatif bagi pelajar, mahasiswa, maupun pekerja yang menginginkan perangkat dengan tampilan lebih personal.
Konsep serupa juga diterapkan pada aksesori ASUS Marshmallow Keyboard KW100 dan ASUS Marshmallow Mouse MD100. Kedua perangkat ini menggunakan koneksi nirkabel dengan desain ringkas dan tombol senyap untuk mendukung aktivitas bekerja maupun belajar.
Tersedia tiga pilihan warna pastel, yakni Lilac Mist Purple, Quiet Blue, dan Sage Green. Pengguna dapat memadukan aksesori tersebut dengan warna laptop untuk menciptakan tampilan perangkat yang serasi.
Bagi pengguna yang membutuhkan perangkat penunjang aktivitas dalam durasi panjang, ASUS SmartO Mouse MD200 menawarkan desain ergonomis dengan sandaran ibu jari dan sensor berpresisi tinggi.
Pilihan produk tersebut memperlihatkan bahwa ASUS tidak hanya menyasar pengguna berdasarkan kebutuhan komputasi, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan dan preferensi desain dalam penggunaan sehari-hari.
Hadirkan Laptop dengan NPU hingga 80 TOPS
Pengembangan teknologi AI menjadi bagian penting dari jajaran laptop ASUS yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. ASUS Zenbook dan Vivobook S Series dibekali Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan lebih dari 50 TOPS, bahkan mencapai 80 TOPS pada varian tertinggi.
NPU merupakan komponen yang dirancang untuk menangani pemrosesan kecerdasan buatan. Dengan pembagian beban kerja antara CPU dan NPU, sejumlah tugas AI dapat dijalankan secara lebih efisien, sehingga membantu mengoptimalkan penggunaan daya dan menjaga kapasitas prosesor utama untuk pekerjaan lain.
Untuk memudahkan akses ke asisten AI, sejumlah perangkat ASUS juga dilengkapi tombol Copilot khusus pada keyboard.
Selain mengandalkan fitur AI yang memanfaatkan layanan daring, ASUS menghadirkan Virtual Assistant OMNI, aplikasi chatbot eksklusif yang dapat beroperasi sepenuhnya secara offline. Kemampuan ini memungkinkan pengguna menjalankan fungsi asisten AI tanpa harus selalu terkoneksi dengan internet.
ASUS turut memperkenalkan ASUS Zenni Claw, sebuah platform AI Agent yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan melalui rangkaian tahapan secara mandiri.
Berbeda dari chatbot konvensional yang umumnya merespons pertanyaan, platform ini dapat memahami tujuan pengguna, menyusun langkah kerja, dan menjalankan tugas melalui ASUS Skills. Pemanfaatannya antara lain untuk menyusun draf presentasi, membuat itinerary perjalanan, hingga merangkum berita harian.
Pemrosesan AI dapat dilakukan secara lokal, melalui cloud, maupun menggunakan pendekatan hybrid. Fleksibilitas ini memungkinkan pengguna menyesuaikan metode pemrosesan berdasarkan kebutuhan, kemampuan perangkat, dan pertimbangan privasi data.
Kombinasi tersebut membuat laptop ASUS memiliki fungsi yang semakin luas, terutama bagi pengguna yang ingin memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan rutin maupun tugas yang membutuhkan beberapa tahapan.
ASUS ProArt P14 dan P16 Dukung Kreator Jalankan AI Secara Lokal
Perhatian khusus dalam acara ini juga tertuju pada ASUS ProArt P14 dan ASUS ProArt P16, dua laptop kreator yang diluncurkan pada 20 Oktober 2026.
Kedua perangkat mengusung layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED yang dirancang untuk menghadirkan detail visual dan akurasi warna tinggi. Karakteristik tersebut relevan bagi kreator yang bekerja dengan desain grafis, fotografi, produksi video, maupun berbagai proyek visual lainnya.
Dari sisi komputasi, ASUS ProArt P14 dan P16 menggunakan NVIDIA RTX Spark™ dengan konfigurasi GPU 6.144 core dan CPU 20 core dalam satu kumpulan Unified Memory.
ASUS ProArt P14 dibekali Unified Memory sebesar 64GB, sedangkan ASUS ProArt P16 memiliki kapasitas 128GB. Konfigurasi ini ditujukan untuk mendukung pemrosesan model AI generatif dan alur kerja Agentic AI secara lokal, termasuk ketika perangkat digunakan tanpa koneksi internet.
Kemampuan menjalankan AI secara lokal memberikan alternatif bagi kreator yang perlu memproses dokumen proyek langsung di perangkat.
Pendekatan ini juga dapat membantu pengguna mempertahankan kendali atas materi kerja yang bersifat sensitif, bergantung pada konfigurasi aplikasi dan sistem yang digunakan.
Dalam demonstrasi di Bandung, ASUS memperlihatkan Hermes Agent yang digunakan untuk membaca isi folder proyek, merangkum brief klien, kemudian menyusun draf naskah atau caption ke dalam file baru.
Melalui skenario tersebut, pemrosesan dokumen dapat dilakukan langsung pada laptop tanpa mengirimkan dokumen keluar dari perangkat. Namun, Hermes Agent dan model AI yang digunakan tidak tersedia sebagai aplikasi bawaan sehingga pengguna harus mengunduh serta mengaturnya sendiri sesuai kebutuhan.
Untuk kebutuhan penyuntingan video, ASUS mendemonstrasikan DaVinci Resolve Studio yang memanfaatkan 6.144 CUDA Core dan Unified Memory berkecepatan tinggi guna membantu mempercepat beban kerja kreatif, termasuk pengolahan video hingga resolusi 8K.
ASUS Virtual Assistant OMNI juga ditampilkan sebagai contoh asisten AI yang dapat berjalan secara offline.
Meski menawarkan kemampuan komputasi yang ditujukan untuk pekerjaan kreatif profesional, kedua perangkat tetap mengutamakan portabilitas. ASUS ProArt P14 memiliki bobot sekitar 1,4 kilogram, sedangkan ASUS ProArt P16 sekitar 1,7 kilogram.
Keduanya juga telah menjalani pengujian ketahanan MIL-STD 810H serta didukung tiga tahun Garansi Internasional dan tiga tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP).
Dengan kombinasi layar berakurasi warna tinggi, kemampuan grafis, kapasitas memori besar, dan pemrosesan AI lokal, ASUS ProArt P14 dan P16 ditujukan bagi kreator yang membutuhkan dukungan teknologi untuk menunjang proses produksi konten.
Menyatukan Kualitas, Desain, dan Produktivitas Berbasis AI
Melalui kegiatan di Bandung, ASUS memperlihatkan pengembangan laptop yang tidak hanya bertumpu pada peningkatan performa perangkat keras.
Perlindungan garansi, ketersediaan layanan servis, desain yang lebih personal, serta pemanfaatan AI juga menjadi bagian dari strategi menghadirkan pengalaman penggunaan yang menyeluruh.
Pengguna dengan kebutuhan berbeda dapat memilih perangkat sesuai aktivitasnya. ASUS Vivobook menyasar kebutuhan belajar dan produktivitas harian, ASUS Zenbook menawarkan perangkat premium untuk mendukung mobilitas, sementara ASUS ProArt ditujukan bagi kreator yang memerlukan kemampuan komputasi lebih tinggi.
Di sisi lain, kehadiran fitur AI lokal memberikan alternatif bagi pengguna yang membutuhkan bantuan kecerdasan buatan tanpa selalu bergantung pada koneksi internet.
Bagi kreator profesional, kemampuan ini berpotensi membantu pengolahan materi kerja, penyusunan konten, dan berbagai proses produksi digital.
Dengan memperluas pilihan perangkat sekaligus meningkatkan dukungan purnajual, ASUS menempatkan kualitas, kenyamanan, dan produktivitas sebagai bagian dari pengembangan ekosistem laptopnya pada 2026. (*)
Tinggalkan Komentar