TANGSEL, Jabarnusantara.saatini.com - Memasuki usia enam tahun, Lembaga Kemanusiaan Pelopor Kepedulian mempertegas komitmennya untuk memperluas aksi sosial sekaligus mendorong pelestarian lingkungan. Melalui tema “Satu Aksi Selamatkan Bumi”, lembaga ini mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap alam sebagai bagian penting dari gerakan kemanusiaan. Komitmen tersebut menjadi semangat utama dalam peringatan Milad ke-6 Pelopor Kepedulian yang berlangsung di Gerai Lengkong, Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh, perwakilan pemerintah, unsur lembaga kemanusiaan, komunitas, serta masyarakat. Peringatan milad kali ini tidak hanya menjadi penanda perjalanan organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi persoalan sosial dan lingkungan.

Pelopor Kepedulian menilai, upaya membantu masyarakat perlu berjalan beriringan dengan langkah menjaga ekosistem agar tercipta kehidupan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Founder Gerai Lengkong Serpong, Hj. Lista Hurustiati, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Milad ke-6 Pelopor Kepedulian diisi dengan lima rangkaian kegiatan. Berbagai agenda tersebut dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Selama enam tahun berkiprah, Pelopor Kepedulian terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai respons terhadap krisis kemanusiaan, penanganan dampak bencana alam, hingga program pemberdayaan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.

Memasuki tahun keenam, lembaga ini kembali menegaskan bahwa aksi kemanusiaan tidak dapat dipisahkan dari upaya melindungi lingkungan. Kerusakan ekosistem dan meningkatnya risiko bencana menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, terutama karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat rentan.

Perubahan Iklim Jadi Perhatian, Masyarakat Diajak Bergerak

Ketua Yayasan Pelopor Kepedulian, Ustaz Miftahudin, menjelaskan bahwa tema “Satu Aksi Selamatkan Bumi” dipilih sebagai refleksi atas meningkatnya ancaman perubahan iklim, bencana ekologis, serta menurunnya kualitas lingkungan yang berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.

Melalui tema tersebut, Pelopor Kepedulian ingin mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari komunitas, relawan, hingga sektor swasta, untuk mengambil bagian dalam menjaga kelestarian bumi.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu dimulai melalui program berskala besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih baik.

"Enam tahun perjalanan ini bukan sekadar tentang angka, melainkan tentang sejauh mana jejak kebaikan yang telah kita tanamkan bersama. Melalui semangat 'Satu Aksi Selamatkan Bumi', kami ingin menegaskan bahwa menjaga bumi adalah bagian tak terpisahkan dari misi kemanusiaan. Bumi yang sehat akan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih aman, tangguh, dan sejahtera," ujar Ustaz Miftahudin.

Pesan tersebut menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan memiliki cakupan yang luas. Selain membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan, upaya menjaga kelestarian alam juga menjadi investasi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana dan melindungi kehidupan generasi mendatang.

Lima Rangkaian Kegiatan Warnai Milad ke-6

Peringatan Milad ke-6 Pelopor Kepedulian diisi dengan sejumlah program yang menggabungkan aksi lingkungan, kepedulian sosial, dan penguatan nilai keagamaan.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah penanaman pohon sebagai langkah penghijauan. Kegiatan ini diarahkan untuk mendukung pemulihan lingkungan, khususnya di kawasan rawan bencana dan lahan kritis. Penghijauan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi ekologis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Selain itu, Pelopor Kepedulian juga menggelar kegiatan tebar bibit ikan di Sungai Cisadane. Program ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan perairan dan upaya mendorong masyarakat agar semakin memperhatikan keberlangsungan ekosistem sungai.

Di bidang sosial, kegiatan milad diisi dengan santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa, serta Ibu Tangguh. Penyaluran bantuan dan paket sembako turut menjadi wujud kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan enam tahun lembaga tersebut.

Pelopor Kepedulian juga mendorong penguatan edukasi dan literasi lingkungan. Kampanye kepedulian terhadap alam serta pengelolaan sampah terpadu menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan positif di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, konsolidasi jaringan relawan menjadi langkah penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan memperhatikan aspek lingkungan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan kepedulian yang berkelanjutan.

Dua agenda lain yang turut menandai peringatan milad adalah peluncuran Rumah Qur'an Gerai Lengkong dan Tangsel Eko Park. Kehadiran kedua program tersebut diharapkan memperluas manfaat kegiatan, baik dalam pembinaan keagamaan maupun penguatan kepedulian terhadap lingkungan.

Rumah Qur'an Diharapkan Lahirkan Generasi Penghafal Al-Qur'an

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peluncuran Rumah Qur'an Gerai Lengkong menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Program ini diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi anak-anak untuk mengenal, mempelajari, dan mendalami Al-Qur'an sejak dini.

Miftahudin berharap Rumah Qur'an tersebut dapat menjadi awal dari lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, ia berharap anak-anak yang mengikuti program tersebut kelak tumbuh menjadi generasi berakhlak baik dan mampu mengambil peran penting dalam kehidupan.

Menurut Miftahudin, keberadaan sosok pemimpin yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur'an menjadi hal yang penting bagi masa depan masyarakat dan dunia. Karena itu, pembinaan generasi penghafal Al-Qur'an dipandang sebagai salah satu bentuk investasi kebaikan jangka panjang.

Peluncuran Rumah Qur'an tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan Pelopor Kepedulian tidak hanya berfokus pada bantuan yang bersifat langsung, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.

Wali Kota Tangsel Apresiasi Gerakan Penghijauan

Wali Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Benyamin Davnie, turut memberikan apresiasi terhadap kiprah dan langkah Pelopor Kepedulian dalam menjalankan kegiatan sosial serta mendorong pelestarian lingkungan.

Menurut Benyamin, penghijauan merupakan salah satu solusi jangka panjang yang perlu terus diperkuat untuk menjaga kualitas lingkungan. Upaya penanaman pohon dinilai penting sebagai bagian dari langkah bersama dalam menghadapi persoalan lingkungan di wilayah perkotaan.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah menjalankan berbagai program penghijauan. Salah satunya melalui program penanaman satu juta pohon yang dilaksanakan di sejumlah wilayah di Tangsel.

Karena itu, keterlibatan lembaga kemanusiaan, komunitas, dan masyarakat dalam kegiatan penghijauan dinilai dapat memperkuat upaya yang telah dilakukan pemerintah. Kolaborasi lintas sektor dibutuhkan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang terus berjalan.

Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-6 Pelopor Kepedulian. Ia berharap perjalanan lembaga tersebut menjadi langkah awal untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan Kota Tangerang Selatan ke depannya.

Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Pelopor Kepedulian untuk terus mengembangkan program yang memberikan dampak nyata, baik melalui aksi sosial, pemberdayaan masyarakat, maupun kegiatan pelestarian lingkungan.

Dihadiri Sejumlah Tokoh dan Perwakilan Lembaga

Peringatan Milad ke-6 Pelopor Kepedulian berlangsung dengan kehadiran berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, lembaga usaha, komunitas kemanusiaan, hingga masyarakat.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davnie yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Hadir pula anggota DPD RI dari Provinsi Banten yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Husainy, Serpong, Drs. K.H. Habib Ali Alwi bin Thohir Al Husainy.

Selain itu, tampak perwakilan Komandan Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala (Yonkav 9/SDK Cobra), Founder Gerai Lengkong Serpong Hj. Lista Hurustiati, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan. Kehadiran para tamu undangan tersebut menunjukkan dukungan berbagai pihak terhadap kegiatan kemanusiaan dan lingkungan yang dijalankan Pelopor Kepedulian.

Pelopor Kepedulian juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra, relawan, tamu undangan, serta masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan selama enam tahun perjalanan lembaga.

Dukungan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program sekaligus memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Satu Aksi Kecil untuk Masa Depan Bumi

Melalui peringatan Milad ke-6, Pelopor Kepedulian berharap gerakan “Satu Aksi Selamatkan Bumi” tidak berhenti sebagai tema perayaan, tetapi berkembang menjadi komitmen bersama yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Penanaman pohon, menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab, serta membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan sejumlah langkah yang dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

Gerakan tersebut juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan dapat berjalan secara berkesinambungan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk memperluas dampak positifnya.

Enam tahun perjalanan Pelopor Kepedulian menjadi momentum untuk memperkuat semangat berbagi sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa masa depan manusia berkaitan erat dengan kondisi bumi yang ditinggalinya.

Pada akhirnya, satu aksi kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar. Dengan semangat “Satu Aksi Selamatkan Bumi”, Pelopor Kepedulian mengajak masyarakat untuk terus bergerak bersama, menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas, dan mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (*)